Bayanganmu masih lekat.
Menempel erat dalam satu ruang bernama ingat.
Diantara kita menjulang tinggi dinding yang tak terlihat.
Di baliknya ada kebersahajaan yang amat memikat.
Masih tersimpan rapi segenggam kenang yang terikat.
Pada kepulan kabut rindu yang tecekat.
Kemudian di sebuah malam yang kian pekat.
Tanpa disadari kita telah terpisah oleh sekat
yang tak pernah kita maksudkan untuk terbuat.
Lalu, aku dan kamu tak lagi dekat.
Dan cinta, bukan lagi makanan jiwa yang paling lezat.
Jatuh hati bukan lagi tentang aku dan kamu,
aku tersesat.
Love In The Rain
...di tempat ini, hujan dinanti setiap hari...
Sabtu, 15 Desember 2012
Rabu, 28 November 2012
Universe Didn't Oppose
Universe Didn't Oppose!
Menyenangkan.
Arus sungai itu kamu, membawa aku kemana kamu mau,
anehnya, aku tidak peduli kemana kau akan membawaku
aku hanya mengikuti, menikmati.
Bersamamu, hanya ada hari ini.
Aku tidak mengingat kemarin maupun besok.
Aku belajar mensyukuri hal-hal kecil yang terjadi disekitar
yang biasanya tidak pernah kusadari.
Kamu adalah apa yang aku syukuri di setiap kesederhanaanku.
Entah sejak kapan, merindukanmu menjadi sebuah candu.
Cinta? Entah. Aku tidak mengerti artinya.
Lagipula aku tidak mengurusi hal-hal bodoh dan retoris seperti itu.
Jikapun ini cinta, aku hanya ingin ini menjadi cinta monyet.
Kenapa?
Cinta orang dewasa itu rumit.
Dan sungguh diatas segala kerumitan, aku begitu mencintai kesederhanaan.
Mari menyayangi dengan sederhana.
Hanya ada aku kamu.
Tidak ada cinta agama orang tua batas,
hanya ada kita.
Mereka? mereka tidak benar-benar tahu, mereka hanya pura-pura merasa tahu.
Ah aku juga benci kepura-puraan. Kamu juga kan?
Sudahlah, akhiri omong kosong ini.
Persetan dengan dunia (dan) mereka.
...jika bahagia bersamamu merupakan sebuah kesalahan, maka biarkan semesta yang membenarkan...
Hujan, 27 November 2012.
Kepada pemilik nama dalam paragraf pertama,
terimakasih untuk tetap menulis takdir bersamaku tanpa rasa takut.
Menyenangkan.
Arus sungai itu kamu, membawa aku kemana kamu mau,
anehnya, aku tidak peduli kemana kau akan membawaku
aku hanya mengikuti, menikmati.
Bersamamu, hanya ada hari ini.
Aku tidak mengingat kemarin maupun besok.
Aku belajar mensyukuri hal-hal kecil yang terjadi disekitar
yang biasanya tidak pernah kusadari.
Kamu adalah apa yang aku syukuri di setiap kesederhanaanku.
Entah sejak kapan, merindukanmu menjadi sebuah candu.
Cinta? Entah. Aku tidak mengerti artinya.
Lagipula aku tidak mengurusi hal-hal bodoh dan retoris seperti itu.
Jikapun ini cinta, aku hanya ingin ini menjadi cinta monyet.
Kenapa?
Cinta orang dewasa itu rumit.
Dan sungguh diatas segala kerumitan, aku begitu mencintai kesederhanaan.
Mari menyayangi dengan sederhana.
Hanya ada aku kamu.
Tidak ada cinta agama orang tua batas,
hanya ada kita.
Mereka? mereka tidak benar-benar tahu, mereka hanya pura-pura merasa tahu.
Ah aku juga benci kepura-puraan. Kamu juga kan?
Sudahlah, akhiri omong kosong ini.
Persetan dengan dunia (dan) mereka.
...jika bahagia bersamamu merupakan sebuah kesalahan, maka biarkan semesta yang membenarkan...
Hujan, 27 November 2012.
Kepada pemilik nama dalam paragraf pertama,
terimakasih untuk tetap menulis takdir bersamaku tanpa rasa takut.
Yang Terkuatpun Berhak untuk Berdarah
Tangis membahasa, teriak membahana, luka menjadi raja raja.
Tidak lagi aku menahan segala.
Tidak lagi sembunyi dibalik tawa.
Luka tidak pernah menjadi sebuah pilihan,
ia adalah konsekwensi dari segala apa yang telah dipilih sebelumnya.
Karena menjadi yang terkuat merupakan sebuah pilihan yang ku buat, maka berdarah dan merasa sakit atas luka yang kau buat adalah segala yang menjadi hakku.
...karena yang terkuatpun, berhak untuk berdarah...
No(lo)vember, 2012.
Tidak lagi aku menahan segala.
Tidak lagi sembunyi dibalik tawa.
Luka tidak pernah menjadi sebuah pilihan,
ia adalah konsekwensi dari segala apa yang telah dipilih sebelumnya.
Karena menjadi yang terkuat merupakan sebuah pilihan yang ku buat, maka berdarah dan merasa sakit atas luka yang kau buat adalah segala yang menjadi hakku.
...karena yang terkuatpun, berhak untuk berdarah...
No(lo)vember, 2012.
Langganan:
Postingan (Atom)