Love In The Rain

Love In The Rain
...di tempat ini, hujan dinanti setiap hari...

Minggu, 28 Oktober 2012

That I see God in you, what should I do?


you are my heaven, your are my passion
you are my wish, you are the peace of my soul
you are the coldness and the calmness of my eyes, 
you are the heartbeat of my heart
my head is bowing down in your worship, 
what kind of distance is this, what helplessness
i have touched you with my eyesight
sometimes your fragrance, sometimes your talks
without demanding i have got this world
you are the light of my heart, you are the treasure of my lives
whenever you come, it teases me
by teasing, your shadow kisses me
when you smile, when you shy
it seems like my god is dancing
you are my progress.
i don't know anything else, i know only this
that i see god in you, what should i do?

Jumat, 26 Oktober 2012

Maaf Dari Masalalu

Aku merindukan kamu, seseorang yang pernah sangat berarti di hidupku.
Kamu adalah sumbu dari segala insprasi yang mengalir terus menerus.
Kamu pernah menjadi yang sangat aku inginkan hadirnya dikala luka menjadi mahkota.

Sampai kemudian engkau menjelma menjadi sosok yang tidak kukenal, yang membenciku dengan segenap jiwamu.
Entah darimana kau dapat benci itu, mungkin karena aku yang jahat tak mempercayai cinta yang sempat kau tawarkan. Atau mungkin karena kau memperdayai kita yang terlalu naif menghadapi takdir.

Aku takut merusak apa yang semesta telah rencanakan dalam ikatan persahabatan kita.
Bodohnya, aku tidak menyadari bahwa justru sikapkulah yag pada akhirnya menghancurkan segala yang tak pernah ada.

Kita adalah semu.
Aku tetap merindukan kamu, sebagai sahabat yang pernah kupunya.
Aku tetap merindukan kamu, sebagai cinta, yang tak pernah terjadi.
Demi benci yang semula menjadi takdir kita, kau hadirkan cinta yang seharusnya bukan kita.
Lantas kita menjadi hal yang paling sia-sia.

Kamis, 11 Oktober 2012

MATI

: Theodore

di kedalaman senyummu aku tersedak cinta. menyulam satu demi satu bahagia yang mulai genap saat aku dan kau tertawa bersama. kita begitu terlena hingga berhenti bersikap waspada pada luka yang sebenarnya masih menganga, siap menelan bahagia yang kita punya.
tiba-tiba saja, tanpa pertanda kau akhirkan aku yang mulanya kau awalkan. dunia dalam genggam tanganku merosot jatuh porak poranda. aku jatuh luka. pada cinta yang pura-pura. aku binasa.
Ini seperti kau tuangkan racun kedalam madu yang telah susah payah aku simpan lalu kau paksa aku untuk meminumnya dan membaginya bersama orang-orang yang berharga untukku.
kau bunuh aku. berkali-kali.
aku telah mati. pada hati.
Theodore, semoga tidak lagi ada hati yang kau khianati.