Love In The Rain

Love In The Rain
...di tempat ini, hujan dinanti setiap hari...

Sabtu, 28 Juli 2012

Langit Abu - Abu.

Kepadamu, aku menyimpan cemburu dan harapan yang dipenuhi ragu tertumpuk pada sederet rasa bernama pilu.
Terlalu banyak sekat yang tak mampu aku buka.
Itu ada pada kita yang bersama tapi tak juga berbagi ruang bernama rahasia.
Lalu, kebersatuan kita hanya memperbanyak sekat yang tak bisa dibuka.
Sekat dimana rongga-rongga pada hati kita sebenarnya membutuhkan pelukan.
Mungkin, garis kita tidak bersinggungan. Jalan kita tidak bersimpangan.
Garisku. Garismu. Jalanku. Jalanmu. 
Ya, aku dan kamu.
Meski disini, diam-diam aku masih menatapmu dengan rindu yang menggebu.
Dengan cinta yang malu-malu.
Aku dan kamu selaksa hujan dan teduh.
Ditakdirkan bertemu, selalu.
Dan tidak pernah tetap menyatu dalam perjalanannya.
Seperti itulah cinta yang kita punya.
Ambigu. Ragu. Seperti langit abu-abu.

Kamis, 28 Juni 2012

Bulan Ke Enam

Kubenci bulan Juni dengan lebih hati-hati.
Sengaja kuberikan sekaligus dua hati
Agar tidak lagi didalamnya aku membunyikan pedih,
menyembunyikan sedih.
Aku mengabaikan angka enam pada kalender bulan,
Aku mengabaikan angka dua puluh enam pada tetes hujan.
kemudian, pada akhir bulan, aku akan melupakannya pelan-pelan.

Selasa, 26 Juni 2012

KARMA

Aku tahu, tidak perlu balas dendam.
Karena saat mendendam, aku seperti minum racun sembari berharap musuhku yang akan mati.
Aku tidak akan melakukan hal bodoh itu.
Aku akan duduk saja disini,
Melihatmu berlari pergi, tersengal, terjatuh, terseok, hingga tertinggal.
ya, kau ditinggalkan oleh dia yang kau tunggalkan kala kau tanggalkan aku dari mimpimu.
Semua terjadi secara perlahan memang.
Dan Tuhan memang baik hati, aku dibiarkannya menonton disini, ditengah hidupku yang monoton.
Demi Tuhan yang maha tunggal dan baik hati.
Aku bernyanyi, menari, dengan muka berseri.
Disini menyambut kembali matahari pagi, dengan gagah meski sendiri.
dan sesuai janji-Nya,
semua terjadi begitu saja, dengan sendirinya.
Nikmati dosamu keparat!