Hujan tidak melulu tentang butir air yang jatuh ke bumi, terkadang ia membawa rindu yang tersimpan terlalu dalam di relung hati.
Tentang jatuh hati mungkin kau lebih mengerti, sedang aku terlalu sibuk menikmati sunyi dalam sendiri dan patah hati.
Sesuatu yang amat kau benci itu adalah bagian dariku yang begitu kucintai.
Tak akan pernah ku paksakan hati yang tak lagi kumiliki.
Sebab seharusnya, cinta yang memang untukku tak akan pernah tercuri.
Mungkin selepas ini aku akan kembali menanti,
berpura-pura punya hati
sampai akhirnya aku menyadari
yang kunanti hanya mati..
November, 2013
Sambi mendengarkan lagu ini https://soundcloud.com/sweta-kartika/patah-hati-ost-grey-jingga
Love In The Rain
...di tempat ini, hujan dinanti setiap hari...
Jumat, 15 November 2013
Rabu, 13 November 2013
Seusai Hujan
senja tadi seusai hujan
seorang perempuan duduk berdua dengan kenangan
membicarakan janji masalalu dan bersumpah untuk saling melepaskan
berjanji untuk memulai kehidupan yang baru dengan melupakan perasaan.
berpura-pura tak tahu bahwa takdir sedang bermain peran
hanya menunggu waktu untuk menyakiti pelan-pelan.
dan membuat perempuan itu mati perlahan.
November, 2013.
seorang perempuan duduk berdua dengan kenangan
membicarakan janji masalalu dan bersumpah untuk saling melepaskan
berjanji untuk memulai kehidupan yang baru dengan melupakan perasaan.
berpura-pura tak tahu bahwa takdir sedang bermain peran
hanya menunggu waktu untuk menyakiti pelan-pelan.
dan membuat perempuan itu mati perlahan.
November, 2013.
Risau
Hujan senja ini dan cahaya matahari yang seakan acuh itu masih memainkan lagu tentang rindu.
Aku mengenalnya sebagai desau angin yang ku kira engkau.
Kemudian kenyataan meneriakiku dengan suara parau.
Bukan engkau melainkan sendu.
Rintik air langit mengenai wajahku satu-satu
Sebagai pengingat pilu yang memaksa lidah menjadi kelu
Segala cumbu rayu dan sikap malu-malu
Berubah menjadi cemburu yang kini berlalu
Aku mengenalnya sebagai desau angin yang ku kira engkau.
Kemudian kenyataan meneriakiku dengan suara parau.
Bukan engkau melainkan sendu.
Rintik air langit mengenai wajahku satu-satu
Sebagai pengingat pilu yang memaksa lidah menjadi kelu
Segala cumbu rayu dan sikap malu-malu
Berubah menjadi cemburu yang kini berlalu
Langganan:
Postingan (Atom)


