Love In The Rain

Love In The Rain
...di tempat ini, hujan dinanti setiap hari...

Senin, 08 Oktober 2012

Menunggu.

kuning, miniatur, bis, bingung, cet, bagus,kapan, merek, eropa, jepang.
  
Kue kuning di ujung jendela hampir habis. Tidak kusadari hari ini rindu telah melahapnya tanpa ampun. Di balik jendela dengan cat terkelupas, aku masih menunggu kamu yang entah kapan bisa kutemu. Suara bis malam menderu pelan dibawah sinar bulan. Aku masih bertahan, berharap entah di benua apapun kamu, di belahan bumi bagian manapun, kita masih melihat bulan yang sama. Bulan yang selalu datang menggantikan kue kuning kita di ujung jendela.
Sudah ratusan hari kulalui hari tanpa sekecap pun kabar darimu. Di balik jendela aku masih terus menunggu dalam bingung. Ribuan kendaraan bagus dengan merk ternama lalu lalang di bawah apartemen ini, tiap hari aku melihatnya dibalik jendela kita, membayangkan semua mobil itu adalah miniatur yang Tuhan ciptakan dikala iseng, untuk kemudian dihancurkan dikala bosan. Sama seperti kita yang dipersatukan kemudian dipisahkan.
Tuhan maha humoris, itu katamu dua tahun lalu. Saat dimana kita sedang bahagia-bahagianya. Pertama kali kau menghadiahiku apartemen ini, di lantai 9 sesuai dengan angka favorit kita, dengan jendela yang terus menerus menyuguhiku potret-potret senja. Serta ribuan benda angkasa yang gemerlap kala malam tiba.
Setahun kemudian, kamu pamit. Memintaku menunggu. Entah ada di dunia bagian manapun kamu. Di Eropa atau di Jepang. Aku masih tetap menunggu kamu yang mungkin sudah menjadikanku masalalu. Sesuai katamu tahun lalu.

Purwokerto, 8 Oktober 2012

Minggu, 07 Oktober 2012

Biarkan

biarkan aku menjadi yang lalu bagimu jika ternyata itu lebih mendekatkanku pada hatimu.
biarkan aku menjadi yang pernah untukmu jika hanya itu yang bisa kulakukan untuk bertahan di kepalamu.
biarkan aku datang di mimpi-mimpi terburukmu jika mimpi indah tak pernah kau izinkan untuk kusinggahi.
biarkan aku menjadi apa yang paling kau enggan hadirnya, sekaligus yang tak mungkin kau hindari hadirnya dalam ruang rindumu.
biarkan kita hanya akan menjadi lembaga yang kuciptakan dalam ruang masadepanku sendiri.

tutup saja hatimu...

 Purwokerto, 2012

Hari Hujan

hari hujan, dan masih kamu dalam ingatan
tidak semua yang ku ingat menguatkan
tidak segala yang luka menjadikanku buta
mungkin aku yang terlalu peka hingga membuatmu jera

hari hujan, dan masih kamu dalam kenangan.
ingatan yang menyimpan kenang sebagai peluru
dari segala yang menjadikanmu menjauh terburu

akulah seluruh bintang, katamu tahun lalu
kemudian kau mengejar semesta yang tak pernah ku tahu itu apa

hari hujan , dan tidak lagi kamu dalam pelukan.

Jogjakarta.
Oktober, 2012.