tujuh duri tersembunyi yang dibungkus rapi
sekuntum mawar putih dengan daun di tangkainya
kemudian mengering, dan gugur di hempas ke masalalu
sebuah pesan ucapan selamat tinggal
harapan akan hal-hal sederhana yang tak terucapkan
salam perpisahan dari masadepan yang tak pernah ada
kemudian aku teringat
sampai jumpa lagi
adalah kalimat yang khianat
november, 2013.
Love In The Rain
...di tempat ini, hujan dinanti setiap hari...
Rabu, 13 November 2013
Minggu, 03 November 2013
Dibalik Airmata
Gadis itu tersenyum melihat lelakinya bersikap kekanakan namun begitu memanjakannya.
Gadis itu tersenyum meski tahu, sikap lelakinya hanya sementara.
Gadis itu tersenyum, meski menyadari bahwa bukan hanya ia yang diperlakukan istimewa.
Tidak masalah bagi si gadis, karena tak ada hati yang ia sertakan untuk lelaki itu sejak awal mula.
meski sementara, aku bersyukur kita pernah tertawa bersama..
Entah cepat atau lambat
Entah si gadis atau si lelaki
Entah bosan atau enggan
Entah menemukan atau ditemukan
mereka hanya akan menjadi entah yang pernah..
Sebuah senja yang biasa
Canda yang juga biasa
Tawa yang dibagi dengan biasa
Tak mampu menyembunyikan bahagia yang luar biasa
Sampai pada suatu ketika
Kau menatapku dengan tatap yang berbeda
Banyak sekali luka tersimpan disana
Mulutmu diam tapi matamu banyak bicara
Kau jelas-jelas masih punya hati.
Tapi bukan aku yang kau cari.
Aku bahkan sudah lupa kalau punya hati.
Melihat lukamu aku jadi ingat.
Aku pernah punya hati.
Rasanya sakit sekali, ya?
jadi untuk kini, lebih baik begini.
pwt,november 2012.
Gadis itu tersenyum meski tahu, sikap lelakinya hanya sementara.
Gadis itu tersenyum, meski menyadari bahwa bukan hanya ia yang diperlakukan istimewa.
Tidak masalah bagi si gadis, karena tak ada hati yang ia sertakan untuk lelaki itu sejak awal mula.
meski sementara, aku bersyukur kita pernah tertawa bersama..
Entah cepat atau lambat
Entah si gadis atau si lelaki
Entah bosan atau enggan
Entah menemukan atau ditemukan
mereka hanya akan menjadi entah yang pernah..
Sebuah senja yang biasa
Canda yang juga biasa
Tawa yang dibagi dengan biasa
Tak mampu menyembunyikan bahagia yang luar biasa
Sampai pada suatu ketika
Kau menatapku dengan tatap yang berbeda
Banyak sekali luka tersimpan disana
Mulutmu diam tapi matamu banyak bicara
Kau jelas-jelas masih punya hati.
Tapi bukan aku yang kau cari.
Aku bahkan sudah lupa kalau punya hati.
Melihat lukamu aku jadi ingat.
Aku pernah punya hati.
Rasanya sakit sekali, ya?
jadi untuk kini, lebih baik begini.
pwt,november 2012.
Selasa, 29 Oktober 2013
Lelaki dan Bunga
: aw
Aku melukis bunga dalam sebuah nama yang kupuja
Aku tergila-gila pada tawanya
Tak lama kukira aku jatuh cinta
Tatap mata itu memberiku rasa getir
Ragu pada suaranya menyadarkanku bagai sambaran kilat petir
Membuat hatiku yang terlanjur jatuh, hancur dan ketar-ketir
Senyumku melengkung pada rasa pahit kopi dalam cangkir
Aku melihat bunga ditangan kiri
Kemudian perlahan-lahan ikut merasakan nyeri di dada sebelah kiri
Menikmati luka tak terperi yang sengaja kubuat sendiri
dan kubuka kembali
Sebagai lelaki,
Sementara percaya tak lagi bersemayam dalam hati
Dimana lagi bisa ku samarkan tangis selain sebagai puisi?
Bertahun ku rutuki diri yang pernah begitu naif
Mencoba berdiri sendiri sebagai sumbu positif
Mengurangi rindu kepada kamu sebagai kutub negatif
Untuk sekuntum bunga,
yang pernah memberi debar,
untuk kemudian mati tanpa sempat memberi arti
Terimakasih untuk pernah menjadi yang indah, meski hanya sebagai khilaf.
Oktober, 2013
20.53
Aku melukis bunga dalam sebuah nama yang kupuja
Aku tergila-gila pada tawanya
Tak lama kukira aku jatuh cinta
Tatap mata itu memberiku rasa getir
Ragu pada suaranya menyadarkanku bagai sambaran kilat petir
Membuat hatiku yang terlanjur jatuh, hancur dan ketar-ketir
Senyumku melengkung pada rasa pahit kopi dalam cangkir
Aku melihat bunga ditangan kiri
Kemudian perlahan-lahan ikut merasakan nyeri di dada sebelah kiri
Menikmati luka tak terperi yang sengaja kubuat sendiri
dan kubuka kembali
Sebagai lelaki,
Sementara percaya tak lagi bersemayam dalam hati
Dimana lagi bisa ku samarkan tangis selain sebagai puisi?
Bertahun ku rutuki diri yang pernah begitu naif
Mencoba berdiri sendiri sebagai sumbu positif
Mengurangi rindu kepada kamu sebagai kutub negatif
Untuk sekuntum bunga,
yang pernah memberi debar,
untuk kemudian mati tanpa sempat memberi arti
Terimakasih untuk pernah menjadi yang indah, meski hanya sebagai khilaf.
Oktober, 2013
20.53
Langganan:
Postingan (Atom)
